Sabtu, 14 Januari 2012

Istilah-istilah Sosiologi dalam kehidupan sehari-hari

Kelompok Sosial
Kelompok yang anggotanya mempunyaikesadaran jenis, berhubungan sosial antar anggota, dan tidak ada kesadaran jenis.

Gregrariousness
Kelompok sosial yang dilatarbelakangi naluri manusia untuk selalu hidup dengan orang lain.

Prestise
Pengaruh.

In Group
Dalam kelompok.

Out Group
Luar dari kelompok

Etnosentrisme
Membanggakan budaya dalam dan menjelek-jelekan budaya luar.

Primary Group
Kelompok kecil yang agak langgeng(permanen) dan yang berdasarkan saling mengenal secara pribadi antarsesama

Secondary Group
Kelompok formal tidak pribadi dan berciri kelembagaan

Face To Face Relation
Anggotanya suatu kelompok kecil selalu sering mengenal

Gesellschaft ( Patembayan)
Ikatan lahir yang bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka (imagination) serta strukturnya bersifat mekanis sebagaimana dapat diumpamakan dengan sebuah mesin

Gemeinschaft ( Paguyuban )
Kehidupan bersama yang setiap anggotanya diikat oleh sehubungan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan kesatuan batin yang memang telah dikodratkan.

Wesenwille
Bentuk kemauan yang dikodratkan yang timbul dari keseluruhan kehidupan alami

Kurwille
Bentuk kemauan yang dipimpin oleh cara berpikir

Intimate
Hubungan menyeluruh yang mesra sekali

Private
Hubungan  bersifat pribadi khusus untuk beberapa  orang saja

Exclusive
Hubungan yang ditujukan hanyalah untuk kita saja, tidak untuk orang lain diluar kita

Public Life
Hubungan yang bersifat untuk semua orang

Formal Group
Kelompok yang mempunyai peraturan yang tegas dan dengan sengaja diciptakan oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya

Informal Group
Kelompok yang tidak mempunyai struktur dan organisasi biasanya terbentuk karena pertemuan yang berulang kali menjadi dasar bagi bertemunya kepentingan dan pengalaman yang sama

Clique
Suatu kelompok kecil tanpa struktur formal

Yang sering timbul dalam kelompok besar:

Kelompok Anggota ( Membership Group )
Kelompok yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut

Kelompok Acuan ( Reference Group )
Kelompok social yang menjadi ukuran bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) membentuk pribadi dan perilakunya

Publik
Kelompok yang bukan merupakan kesatuan

Kerumunan ( Crowd )
Suatu kelompok social yang bersifat sementara ( temporer )

Acting Crowd
Kerumunan yang bertindak emosional

Immoral Crowd
Kerumunan yang bersifat lembaga

Formal Audiences
Kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan, tetapi sifatnya pasif

Panic Crowd
Orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari bahaya

Planned Expressive group
Kerumunan yang pusat perhatiannya tidak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang tersimpul dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan

Inconvenient aggregations
Kerumunan yang bersifat sementara dan kurang menyenangkan karena kehadiran orang lain tidak diharapkan dalam kerumunan tersebut demi tercapainya tujuan, biasanya sekumpulan orang yang sedang mengantri

Spectator Crowd
Sekumpulan orang yang ingin melihat kejadian tertentu

Multikulturalisme
Sebuah ideologi yang mengagungkan perbedaan budaya atau sebuah keyakinan yang mengakui dan mendorong terwujudnya pluralisme ( keberagaman ) budaya sebagai suatu corak kehidupan masyarakat

Civic Education
Pendidikan kemasyarakatan

Stigma
Suatu klaim yang ditujukan kepada orang lain terbentuk karena sebuah pola pikir

Migrant Superiordination
Pola dominan kelompok pendatang atas kehendak pribumi

Genosida ( Genocide )
Pembersihan / penghapusan etnik

Rasisme
Ideologi yang didasarkan pada keyakinan bahwa  ciri tertentu yang dibawa sejak lahir menandakan bahwa pemilik ciri itu lebih rendah sehingga mereka didiskriminasi

Seksisme
Ideologi yang beranggapan bahwa hal kecerdasan dan kekuatan fisik laki-laki melebihi perempuan dan perempuan lebih emosional daripada laki-laki

Dekulturasi
Proses luntur atau hilangya kebudayaan pendatang atas kelompok ras pribumi

Kolektif
Perilaku sejumlah orang guna mencapai tujuan yang dipicu suatu peristiwa, benda , atau ide

Paternalisme
Bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi

Integrasi
Suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut.

Pluralisme
Pola hubungan yang mengenal pengakuan persamaan hak politik dan hak perdata semua warga masyarakat, tetapi memberikan arti penting lebih besar pada kemajemukan kelompok ras daripada pola integrasi

White Supermacy
Ideologi rasis yang menganggap bahwa orang kulit putih lebih unggul daripada orang kulit hitam

Koersi ( Coercion )
Tindakan yang mengandung paksaan

Interaksi Sosial
Suatu hubungan yang terjadi antara individu dengan individu ,individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok yang terjadi dalam suatu masyarakat

Intergenerasi
Sesuatu yang terjadi pada beberapa generasi dalam saru garis keturunan

Intragenerasi
Sesuatu yang terjadi pada satu generasi yang sama

Gencatan senjata
Pencegahan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu

Ajudikasi
Suatu penyelesaian perkara atau sengketa pengadilan

Akulturasi
Pembauran atau perpaduan kebudayaan kelompok ras yang bertemu

Arbitrase
Perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga yang memutuskan dan diterima serta ditaati oleh 
kedua pihak

Diskriminasi
Perlakuan berbeda terhadap orang yang dikelompokkan dalam kategori khusus

Konsiliasi
Usaha untuk mempertemukan keinginan pihak yang berselisih bagi tercapainya
Suatu persetujuan bersama

Kompromi
Kedua atau semua pihak yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah, dengan mengurai tuntutan tertentu

Konflik
Suatu proses social yang dua orang atau kelompok berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya

Kontravensi
Suatu bentuk proses social yang ditandai oleh gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian atau keraguan terhadap kepribadian seseorang

Mobilitas
Gerak perubahan yang terjadi dalam masyarakat

Masyarakat Majemuk
Suatu masyarakat yang didalamnya terdapat kelompok yang berbeda bercampur, tetapi tidak berbaur

Mobilisasi Geografik
Adanya kondisi yang susah yang mendorong orang melakukan urbanisasi, yaitu pindah ke daerah lain yang lebih menguntungkan secara ekonomi

Mobilitas Sosial
Perpindahan social, gerak social atau gerakan social yang dapat berbentuk fisik dan nonfisik

Stalemate
Suatu keadaan pihak yang bertentangan memiliki kekuatan setimbang, namun terhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya karena kedua belah pihak sudah tidak mungkin lagi maju atau mundur

Subjugation
Orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk menaatinya

Stratifikasi Sosial
Pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise

Struktur Sosial
Hubungan timbale balik antara posisi dan peranan

Solidaritas
Adanya sifat atau rasa senasib dan sebagainya ; perasaan setia kawan

Mediasi
Penghentian pertikaian oleh pihak ketiga dengan diberikan keputusan yang mengikat

Diferensiasi Sosial
Pembedaan penduduk atau warga masyarakat ke dalam golongan-golongan atau kelompok secara horizontal ( tidak bertingkat )

Stratifikasi Sosial
Pembedaan penduduk atau warga secara bertingkat ( vertikal )

kalo ada istilah-istilah yg kurang, mohon ditambahkan ya....^_^...semoga bermanfaat !

Senin, 09 Januari 2012

Setelah Lulus Kuliah Part IV (RS Dr. Wahidin Sudirohusodo)

Bulan Desember 2007...lupa tgl berapa, iseng2 daftar CPNS Lingkup KEMENKES. Alhamdulillah lulus, senangnya hatiku ketika itu, dan belum pernah aku sesenang dan sebahagia itu. Aku bersyukur, Terima kasih pada Allah, org tuaku, saudaraku, dan semua yg mendukungku.

Ceritanya kenapa sampai aku bisa lulus. Aku kan tinggal di asrama RSU Haji karena waktu itu memang sementara kerja disana. Nah, di asrama kami ada 6 orang, tdk lagi berdua, mereka Tina, Hany, Dyah, Uni, Alam, dan aku sendiri. Alam yg kebetulan merangkap sebagai THL alias Tenaga Harian lepas di RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo memberitahu ke kami kalo ada pendaftaran CPNS di lingkup KEMENKES, kami yg tidak tw apa2 senang sekali mendengarnya. "Hanya saja daftarnya via internet (online)" begitu kata Alam. Jadi aku minta alamat websitenya, kemudian melihat persyaratan apa yg mesti dilengkapi, setelah itu, daftarnya rame2 di Cozy Warnet bersama teman2 yg lain. Kami registrasinya malam, soalnya kalo pagi atw siang yang buka banyak jadi sulit registrasinya. Prosedurnya juga ga seribet tahun sekarang, kenapa aku bilang gitu, karena waktu itu, setelah daftar, print outnya aku kirim ke Jakarta (pusat), tunggu pengumuman lulus berkas, lulus, kemudian menjelang ujian, ambil kartu tes di kampus Poltekkes Kebidanan Banta-bantaeng, yg kampusnya tidak jauh dari rumahku.



Lulus...yup...aku lulus, katanya tgl 23 pengumuman kita diterima atw ga, ternyata pengumumannya lebih awal yaitu tgl 21 Desember 2007 (kalo ga salah inget). Hari itu aku lagi dinas pagi di UGD RSU haji, karena hari itu aku barteran hape ma pacar (sekarang dah mantan), aku pegang nomernya. Trus dapet sms dari nomerku, isinya gini, "sayang, selamat yaa....aku bangga sama kamu". Aku tersenyum2 aja bacanya dan bales sms itu "maksudnya apa?" tanyaku. Kemudian dia nelpon katanya aku lulus ujian CPNS, awalnya ga percaya tapi dia bilang banyak sms yang dia terima dari teman2ku ucapan selamat atas kelulusanku. Aku belum puas dengan berita itu karena kupikirnya pengumuman kan nanti tgl 23, ini baru tgl 21 Desember. Kemudian aku duduk termenung di depan UGD, "bener ga ya yg dibilangnya tadi??", pertanyaan itu bersliweran di kepalaku. Tiba-tiba Kepala Seksi keperawatan RSU Haji ke UGD waktu itu dan bertanya, "kamu kenapa??" aku ceritakan kalo katanya aku lulus hanya saja aku belum liat pengumuman itu. Beliau lalu memberikan ucapan selamat sambil menjabat tanganku. Yo wess, aku minta izin ma K' Diman partner jagaku waktu itu dan ke warnet buat ngecek (masih kuingat waktu itu hujan deras yg mengguyur Makassar), setelah buka situs www.ropeg-depkes.or.id, disitu namaku urutan ke-13....yaaaa....aku lulus, senang bercampur haru. 15 orang perawat yang lulus termasuk diriku, Alhamdulillah Ya Allah...

Mendaftar ulang...ya...berkas aku siapkan buat mendaftar ulang, masih belum percaya kalo aku diterima di RS Pusat rujukan Indonesia Timur ini, apalagi hanya aku yang diterima dari 6 teman di asrama yg mengikuti registrasi. Jujur, ketika pertama kali aku menginjakkan kaki di RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo, tepatnya di IRD, aku berangan-angan "bisakah aku kerja disini nantinya?? ahhh....tidak mungkin!" pikirku begitu tapi ternyata angan2ku berubah jadi kenyataan, terima kasih ya Allah...

SK penempatanku (di ruang mana aku akan ditempatkan) di Lontara IV Anak Bawah, anak!!!! ruangan yg paling aku hindari. Tapi kenapa sampe aku dapat ruang itu??? .......aku sadar, ini rencana Allah....aku mulai kerja disana, lama kelamaan akhirnya betah juga, ditambah dengan kebersamaan dan keramahan teman2ku, meski aku yg termuda dan belum menikah di ruang itu.

Di ruang ini, tiap hari senin, ada banyak dokter muda dari UNHAS dan UMI, dibagi per-divisi, Gatroentero-hepatologi, respirologi dan infeksi, sekarang ditambah dengan saraf. Tiap pergantian shift, dokter jaga juga ganti (residen), enaknya karena yang follow up pasien, kami dibantu oleh dokter muda atw co ass, ada juga penanggung jawab laboratorium pasien yang adalah co ass itu sendiri.

Hingga kini aku sangat senang di ruangan itu...banyak pengalaman yg kutemukan karena sudah 4 tahun di Lontara IV Anak.



Pemeriksaan Neurologi


1. Fungsi Cerebral
Keadaan umum, tingkat kesadaran yang umumnya dikembangkan dengan Glasgow Coma Scala (GCS) :

• Refleks membuka mata (E) 4 : Membuka secara spontan
3 : Membuka dengan rangsangan suara
2 : Membuka dengan rangsangan nyeri
1 : Tidak ada respon

• Refleks verbal (V)
5 : Orientasi baik
4 : Kata baik, kalimat baik, tapi isi percakapan membingungkan.
3 : Kata-kata baik tapi kalimat tidak baik
2 : Kata-kata tidak dapat dimengerti, hanya mengerang
1 : Tidak keluar suara

• Refleks motorik (M)
6 : Melakukan perintah dengan benar
5 : Mengenali nyeri lokal tapi tidak melakukaan perintah dengan benar
4 : Dapat menghindari rangsangan dengan tangan fleksi
3 : Hanya dapat melakukan fleksi
2 : Hanya dapat melakukan ekstensi
1 : Tidak ada gerakan

Cara penulisannya berurutan E-V-M sesuai nilai yang didapatkan. 
Penderita yang sadar = Compos mentis pasti GCS-nya 15 (4-5-6), 
sedang penderita koma dalam, GCS-nya 3 (1-1-1)
Bila salah satu reaksi tidak bisa dinilai, misal kedua mata bengkak sedang V dan M normal, penulisannya X – 5 – 6. Bila ada trakheastomi sedang E dan M normal, penulisannya 4 – X – 6. Atau bila tetra parese sedang E an V normal, penulisannya 4 – 5 – X.
GCS tidak bisa dipakai untuk menilai tingkat kesadaran pada anak berumur kurang dari 5 tahun.

Derajat kesadaran :
Sadar : Dapat berorientasi dan berkomunikasi
Somnolens : dapat digugah dengan berbagai stimulasi, bereaksi secara motorik / verbal kemudian terlenan lagi. Gelisah atau tenang.
Stupor : gerakan spontan, menjawab secara refleks terhadap rangsangan nyeri, pendengaran dengan suara keras dan penglihatan kuat. Verbalisasi mungkin terjadi tapi terbatas pada satu atau dua kata saja. Non verbal dengan menggunakan kepala.
Semi koma : tidak terdapat respon verbal, reaksi rangsangan kasar dan ada yang menghindar (contoh mnghindri tusukan)
Koma : tidak bereaksi terhadap stimulus

Kualitas kesadaran :
Compos mentis : bereaksi secara adekuat
Abstensia drowsy/kesadaran tumpul : tidak tidur dan tidak begitu waspada. Perhatian terhadap sekeliling berkurang. Cenderung mengantuk.
Bingung/confused : disorientasi terhadap tempat, orang dan waktu
Delirium : mental dan motorik kacau, ada halusinasi dn bergerak sesuai dengan kekacauan fikirannya.
Apatis : tidak tidur, acuh tak acuh, tidak bicara dan pandangan hampa

Gangguan fungsi cerebral meliputi :
Gangguan komunikasi, gangguan intelektual, gangguan perilaku dan gangguan emosi

Pengkajian status mental / kesadaran meliputi :
GCS, orientasi (orang, tempat dan waktu), memori, interpretasi dan komunikasi.

2. Fungsi nervus cranialis
Cara pemeriksaan nervus cranialis :
a. N.I : Olfaktorius (daya penciuman) :
Pasiem memejamkan mata, disuruh membedakaan bau yang dirasakaan (kopi, tembakau, alkohol,dll)

b. N.II : Optikus (Tajam penglihatan):
dengan snelen card, funduscope, dan periksa lapang pandang

c. N.III : Okulomorius (gerakam kelopak mata ke atas, kontriksi pupil, gerakan otot mata):
Tes putaran bola mata, menggerkan konjungtiva, palpebra, refleks pupil dan inspeksi kelopak mata.

d. N.IV : Trochlearis (gerakan mata ke bawah dan ke dalam):
sama seperti N.III

e. N.V : Trigeminal (gerakan mengunyah, sensasi wajah, lidah dan gigi, refleks kornea dan refleks kedip):
menggerakan rahang ke semua sisi, psien memejamkan mata, sentuh dengan kapas pada dahi dan pipi. Reaksi nyeri dilakukan dengan benda tumpul. Reaksi suhu dilakukan dengan air panas dan dingin, menyentuh permukaan kornea dengan kapas

f. N.VI : Abducend (deviasi mata ke lateral) :
sama sperti N.III

g. N.VII : Facialis (gerakan otot wajah, sensasi rasa 2/3 anterior lidah ):
senyum, bersiul, mengerutkan dahi, mengangkat alis mata, menutup kelopak mataa dengan tahanan. Menjulurkan lidah untuk membedakan gula dengan garam

h. N.VIII : Vestibulocochlearis (pendengaran dan keseimbangan ) :
test Webber dan Rinne

i. N.IX : Glosofaringeus (sensasi rsa 1/3 posterio lidah ):
membedakan rasaa mani dan asam ( gula dan garam)

j. N.X : Vagus (refleks muntah dan menelan) :
menyentuh pharing posterior, pasien menelan ludah/air, disuruh mengucap “ah…!”

k. N.XI : Accesorius (gerakan otot trapezius dan sternocleidomastoideus)
palpasi dan catat kekuatan otot trapezius, suruh pasien mengangkat bahu dan lakukan tahanan sambil pasien melawan tahanan tersebut. Palpasi dan catat kekuatan otot sternocleidomastoideus, suruh pasien meutar kepala dan lakukan tahanan dan suruh pasien melawan tahan.

l. N.XII : Hipoglosus (gerakan lidah):
pasien suruh menjulurkan lidah dan menggrakan dari sisi ke sisi. Suruh pasien menekan pipi bagian dalam lalu tekan dari luar, dan perintahkan pasien melawan tekanan tadi.

3. Fungsi motorik
a. Otot
Ukuran : atropi / hipertropi
Tonus : kekejangan, kekakuan, kelemahan
Kekuatan : fleksi, ekstensi, melawan gerakan, gerakan sendi.

Derajat kekuatan motorik :
5 : Kekuatan penuh untuk dapat melakukan aktifitas
4 : Ada gerakan tapi tidak penuh
3 : Ada kekuatan bergerak untuk melawan gravitas bumi
2 : Ada kemampuan bergerak tapi tidak dapat melawan gravitasi bumi.
1 : Hanya ada kontraksi
0 : tidak ada kontraksi sama sekali

b. Gait (keseimbangan) : dengan Romberg’s test

4. Fungsi sensorik
Test : Nyeri, Suhu,
Raba halus, Gerak,
Getar, Sikap,
Tekan, Refered pain.

5. Refleks
a. Refleks superficial
• Refleks dinding perut :
Cara : goresan dinding perut daerah epigastrik, supra umbilikal, umbilikal, intra umbilikal dari lateral ke medial
Respon : kontraksi dinding perut

• Refleks cremaster
Cara : goresan pada kulit paha sebelah medial dari atas ke bawah
Respon : elevasi testes ipsilateral
• Refleks gluteal
Cara : goresan atau tusukan pada daerah gluteal
Respon : gerakan reflektorik otot gluteal ipsilateral

b. Refleks tendon / periosteum
• Refleks Biceps (BPR):
Cara : ketukan pada jari pemeriksa yang ditempatkan pada tendon m.biceps brachii, posisi lengan setengah diketuk pada sendi siku.
Respon : fleksi lengan pada sendi siku

• Refleks Triceps (TPR)
Cara : ketukan pada tendon otot triceps, posisi lengan fleksi pada sendi siku dan sedikit pronasi
Respon : ekstensi lengan bawah pada sendi siku

• Refleks Periosto radialis
Cara : ketukan pada periosteum ujung distal os radial, posisi lengan setengah fleksi dan sedikit pronasi
Respon : fleksi lengan bawah di sendi siku dan supinasi krena kontraksi m.brachiradialis

• Refleks Periostoulnaris
Cara : ketukan pada periosteum prosesus styloid ilna, posisi lengan setengah fleksi dan antara pronasi supinasi.
Respon : pronasi tangan akibat kontraksi m.pronator quadratus


• Refleks Patela (KPR)
Cara : ketukan pada tendon patella
Respon : plantar fleksi kaki karena kontraksi m.quadrisep femoris

• Refleks Achilles (APR)
Cara : ketukan pada tendon achilles
Respon : plantar fleksi kaki krena kontraksi m.gastroenemius

• Refleks Klonus lutut
Cara : pegang dan dorong os patella ke arah distal
Respon : kontraksi reflektorik m.quadrisep femoris selama stimulus berlangsung

• Refleks Klonus kaki
Cara : dorsofleksikan kki secara maksimal, posisi tungkai fleksi di sendi lutut.
Respon : kontraksi reflektorik otot betis selama stimulus berlangsung

c. Refleks patologis
• Babinsky
Cara : penggoresan telapak kaki bagian lateral dari posterior ke anterior
Respon : ekstensi ibu jari kaki dan pengembangan jari kaki lainnya

• Chadock
Cara : penggoresan kulit dorsum pedis bagian lateral sekitar maleolus lateralis dari posterior ke anterior
Respon : seperti babinsky

• Oppenheim
Cara : pengurutan krista anterior tibia dari proksiml ke distal
Respon : seperti babinsky

• Gordon
Cara : penekanan betis secara keras
Respon : seperti babinsky

• Schaefer
Cara : memencet tendon achilles secara keras
Respon : seperti babinsky

• Gonda
Cara : penekukan (plantar fleksi) maksimal jari kaki ke-4
Respon : seperti babinsky

• Stransky
Cara : penekukan (lateral) jari kaki ke-5
Respon : seperti babinsky

• Rossolimo
Cara : pengetukan pada telapak kaki
Respon : fleksi jari-jari kaki pada sendi interfalangeal

• Mendel-Beckhterew
Cara : pengetukan dorsum pedis pada daerah os coboideum
Respon : seperti rossolimo

• Hoffman
Cara : goresan pada kuku jari tengah pasien
Respon : ibu jari, telunjuk dan jari lainnya fleksi

• Trommer
Cara : colekan pada ujung jari tengah pasien
Respon : seperti hoffman

• Leri
Cara : fleksi maksimal tangan pada pergelangan tangan, sikap lengen diluruskan dengan bgian ventral menghadap ke atas
Respon : tidak terjadi fleksi di sendi siku

• Mayer
Cara : fleksi maksimal jari tengah pasien ke arah telapk tangan
Respon : tidak terjadi oposisi ibu jari
d. Refleks primitif

• Sucking refleks
Cara : sentuhan pada bibir
Respon : gerakan bibir, lidah dn rahang bawah seolah-olah menyusu

• Snout refleks
Cara : ketukan pada bibir atas
Respon : kontrksi otot-otot disekitar bibir / di bawah hidung

• Grasps refleks
Cara : penekanan / penekanan jari pemeriksa pada telapak tangan pasien
Respon : tangan pasien mengepal

• Palmo-mental refleks
Cara : goresan ujung pena terhadap kulit telapak tangan bagian thenar
Respon : kontaksi otot mentalis dan orbikularis oris (ipsi lateral)

Selain pemeriksaan tersebut di atas juga ada beberapa pemeriksaan lain seperti :
Pemeriksaan fungsi luhur:
1. Apraxia : hilangnya kemampuan untuk melakukan gerakan volunter atas perintah
2. Alexia : ketidakmampuan mengenal bahasa tertulis
3. Agraphia : ketidakmampuan untuk menulis kata-kata
4. Fingeragnosia: kesukaran dalam mengenal, menyebut, memilih dan membedakan jari-jari, baik punya sendiri maupun orang lain terutama jari tengah.
5. Disorientasi kiri-kanan: ketidakmampuan mengenal sisi tubuh baik tubuh sendiri maupun orang lain.
6. Acalculia : kesukaran dalam melakukan penghitungan aritmatika sederhana.

Senin, 02 Januari 2012

Setelah Lulus Kuliah Part III (KIPPI)


Setelah memutuskan meninggalkan RSB Dika dan RSU Haji untuk mengikuti pelatihan Kursus Intensive Penyiapan Perawat International alias KIPPI alias Intensive Course Preparing International Nurses atw ICPIN in July 2007. Kebayang salary-nya yg banyak sampe pangkat pengatur  gol. II/d saja ga bisa dapet, jauuhhhhh...mesti kerja setahun. Kalo disana pasti cuma sebulan,  salary-nya melebihi  salary supervisor PT. Inco Tbk. betapa makmur dan sejahteranya....

Test tulis aku ikuti, alhamdulillah lulus, setelah itu ada tes interview lagi dalam Bhs. Inggris, ribettt ga tw mw ngomong apa kalo ditanya! ckckckck. Tapi Alhamdulillah semua berlalu, lulus juga.....Aku disini tidak sendiri, ada 5 orang angkatanku di Akper Anging Mammiri alias letting2ku (kata org Makassar yg artinya seangkatan). Aku sendiri, Madia Gaddafi (Dyah), Muh. Anwar Iskandar (Anho'), Gustina Ardiana (Tina), Salman Al-Farizy (Curu') dan Yustina Pamalingan (k' Yustin).

Kami tinggal di asrama tepatnya di LPMP Jl. AP.Pettarani. Dimulai dengan seragam yg kami gunakan baju putih dan celana atw rok warna hitam ditambah dasi (mirip banget mahasiswa yg mw ujian skripsi). Yup, aku sekamar dengan Dyah. Our activity everyday sarapan, after that go to ELC to study about English yg tempatnya Jl. Lamadukelleng, sampingnya RM. Dinar. Jam 08.00 teng sudah harus ada di bis (kami diantar jemput selama mengikuti kursus), kalo telat, ya resiko, mesti naik angkot atw taksi aja kesana. Kalopun bis bersedia nunggu, liat aja muka temen2 dongkolnya minta ampun, katanya gini "lo yg telat jadinya semua telat!", hahahaha....say maaf aja, "iya, lain kali ga lagi!".



Nyampe di ELC jam 08.30, kelas mulai jam 08.30 sampe jam 20.30 malam. Coffe break jam 10.00 dan jam 16.00, ISHOMA jam 12.00 dan jam 18.00. cape' banget....belum lagi aturan2 yg dibuat di kelas, ngomong ga pake Bhs. Inggris dapet denda apalagi kalo menghina alias insulting bisa bangkrut kita, soalnya dendanya 10.000 rupiah.Maklum, di kelas waktu itu ada teman yg belum lancar Bhs. Inggrisnya trus karena usilnya teman yg lain, menghina2 pake Bhs. Inggris, dan kalo yg dihina atw yg diejek keberatan, siap2 aja merogoh kocek, hhhhmmmmm. Kelas dibagi 2, tiap kelas 15 orang karena jumlah kami ada 30 orang dari berbagai institusi kesehatan di Pulau Sulawesi ini. Kelas berakhir jam 20.30. Pulang dari situ cape banget, belum lagi kalo dapet PR, atw mw ketemuan ma pacar, udah tengah malem. Di ELC juga aku ikut test TOEFL atw Test of English as a Foreign Language adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris yg diperlukan untuk mendaftar masuk universitas di LN. Skornya waktu itu hanya >400, blom nyampe 500 tapi lumayan, aku dah dapet pengalaman ngerjain soal2 TOEFL.

Setelah 1,5 bulan di ELC, kami pindah ke Akper Tidung untuk belajar sesuai dengan bidang kami, keperawatan. tetep pake Bhs. Inggris tentunya, aku kira disini bisa lebih nyantai ternyata ga, dateng jam 08.00-21.30. Kelasnya tutor, dibagiin kasus, trus cari sendiri jawabannya di perpustakaan, sampe2 buku Fundamental Of Nursing versi Inggris kami buka demi ngedapetin jawaban kasus. Kenapa ga pake versi Indonesia? siapa sih yg mw kerja dua kali?? mesti ngetranslate lagi, ribettt. After that panel....ohhhh...belum kalo diserang dengan pertanyaan2 yg membuat pemateri pusing 7 keliling, hahahaha....tapi alhamdulillah semuanya terlalui. Disini kami juga latihan ngerjain soal2 NCLEX dimana semacam tes kompetensi bagi perawat yang ingin mendapatkan lisensi profesional keperawatan. NCLEX test ini dikeluarin oleh NCSBN (semacam PPNI-nya Amrik).

3 bulan telah berlalu, kursus selesai, selanjutnya.....ke LN. Tetapi tidak semua berangkat karena sesuatu dan lain hal seperti aku yg lulus CPNS di lingkup KEMENKES. Tetapi tidak sedikit juga teman2 alumni KIPPI yg sukses disana.

Continue Part IV...........

Minggu, 01 Januari 2012

Setelah Lulus Kuliah Part II (RSB Dika)

Setelah diterima di RSB Dika, RS Bersalin Dika, aku tinggal asrama juga disini. Berhubung disini RS swasta, pelayanan harus maksimal. Standby kalo2 ada cito operasi SC. Asrama di Lt. III, disitu disiapin aiphone agar supaya kalo ada apa2, cito operasi misalnya, harus ready, nah, mengenai siapa yg turun jadi asisteren, sesuai giliran aja, kalo emang dalam hari itu belum dapet giliran ya....dia yg turun. Di asrama ada 2 kamar, di tengah ada ruang nonton dan kumpul2 kalo kami2 pada libur, tapi sayang jarang bangettt, liburnya ga bersamaan.

Kerja disini, dituntut banget termasuk attitude. Beda dengan RSU haji dan RSB Dika, disini ga boleh telat, kalo di RSU Haji kadang aku telat kesana apalagi kalo dapet shift dinas pagi sementara ada cito operasi pagi2 ketika aku jaga malam, ribetttt....tapi untungnya Karu (Kepala Ruangan) tempatku baik banget, Mba Anty, orgnya sangat mengerti.

Disini, kerjanya nerima bayi, bersihin badannya, membantu dokter kalo melakukan kuretase, jadi asiteren kalo ada cito operasi di OK, pokoknya kerjanya ga kalah banyak dengan RSU Haji. Seneng banget kalo udah Tgl 1, karena tiap Tgl segitu, aku pasti gajian, sayangnya, uang ada tapi kesempatan buat belanja ga ada karena ya kerja rangkap tadi, istirahat aja kurang.

Kerja disini juga ada asyik ga asyiknya, asyiknya salah satunya, pusat perbelanjaan deket banget, penjual terang bulan dan martabak bejibun sepanjang jalan RSB Dika ini (Jl. Irian). Apalagi kalo ada orang tua yang karena seneng banget anaknya lahir, Kita semua yg jaga ditraktir, hahahaha....Kalo ga asyiknya....ketika lagi istirahat, tengah malam misalnya, trus ada cito operasi sementara teman yang dapet giliran pulang, trus aku yang standby, yaaaa......mw tidak mw...belum lagi mesti jaga pasiennya di Recovery Room. Pasien diruang ini, aktivitasnya semua dibantu oleh perawat/bidan, secara keadaan umumnya masih lemah banget. Kalo dinas pagi, dapet tugas mandiin bayi, kalo kamar pasiennya Lt. II, mesti bolak balik bawain sang bayi karena kalo bawa dua takut jatoh, ntar disuruh ganti bisa berabe!

Kalo ada pasien mw kuret, kita yang nyiapin alat, dokter tinggal datang, lakukan tindakan dengan dibantu oleh penata anastesi. Pokoknya kerja disini sangat menambah pengalamanku sebagai perawat. Hari demi hari, merangkap RSU Haji dan RSB Dika. Sampe waktu itu liat pamflet penerimaan peserta Kursus Intensive Penyiapan Perawat International atw Intensive Nurse Preparing International Nurses (ICPIN). Aku coba2 daftar, ehhh diterima, kuputuskan untuk mengundurkan diri bulan Juni 2007 di RSB Dika waktu itu. terima kasih buat teman2 yang sudah banyak membantu dan mengajariku.

Continue Part III..........................


Setelah Lulus Kuliah Part I (RSU Haji)

Aku seorg nurse in the hospital, kuliah sambil kerja jadi PNS di Instansi KEMENKES, hahaha....kerja sambil kuliah maksudku. Iya, aku diterima di RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar tahun 2007 bulan Desember. Nah...mengenai kapan bagaimana sampai aku bisa diterima di instansi ini, nanti aja aku bahas di Part IV. I was graduate tahun 2006 in September from Akper Anging Mammiri Provinsi Sulawesi Selatan. Belum kuterima ijazah dan transkrip waktu itu tapi gelar AMK atw Ahli Madya Keperawatan sudah kusandang. Teman2 udah pada daftar di RS yang ada di Makassar. Aku hanya nyantai di rumah, menikmati acara tv soalnya baru kelar ujian KTI yg org2 bilang Karya Tulis Ilmiah.

Aku berpikir mo nyari kerja juga ahh, trus nyobain masukin lamaran di RSU Haji Makassar bulan September 2007, dengan bantuan temen waktu itu K' Oda, kebetulan aku yg buatin KTInya, meski hanya sebagai tenaga sukarela yg ga boleh mangharap dibayar oleh pihak RS, aku pikir kenapa ga?? daripada ilmuku ga diaplikasikan dan skill-ku tumpul kenapa ga terima aja??....Finally setelah interview dengan Kasie Keperawatan waktu itu, aku diterima. Alhamdulillah ya....!

Hari pertama kerja di RSU Haji Makassar tepatnya Perawatan Bedah, aku kenalan dengan teman2 di ruang itu, masih kuingat orang yang pertama kali yg ngajak kenalan denganku K' Anty, dia seorang perawat pelaksana di ruang itu juga. Aku belum bertemu dengan Kepala Ruangan Perawatan Bedah waktu itu karena yang kudengar beliau lagi sakit dan sementara opname di Perawatan III (VIP). Namanya udah kenal, temen2 manggilnya Mba' Anty, orgnya bae banget, kalo ngomong kedengarannya lucu di telingaku, logat Jakarta, secara beliau emang dari sono. Ruangan tempatnya dirawat tepat di bawah ruangan Perawatan Bedah. Di ruang ini kerjaannya tiap hari GV alias ganti verban alias wound dressing kata org2 luar negeri. Ada yang hanya sekali sehari, ada yang dua kali sehari. Pasiennya juga bermacam2, tua, muda, anak-anak, maupun bayi (pokoknya yg berhubungan dengan bedah). Disini tempatnya pasien2 yang mw operasi dan setelah operasi yg mendapat perawatan. Pertama kali pasang infus aku gagal, diajari ma K' Ridho waktu itu, jadi tremor soalnya baru pertama kali masangnya.

Di RSU Haji aku tinggal asrama, berdua dengan Madia Gaddafi (seorang perawat dan penulis buku "kaki waktu"). Kamar yg kami tempati kamar pasien hanya saja ruangan ini tidak dipakai jadi kami bersihkan. Tempatnya di Lantai III. Hari pertama nginap disitu sereeemmmmmm bangetttt, kenapa aku bilang gitu, gimana gak, kamarnya gede banget, ukurannya sih 10x10 meter kalo ga salah (bukan aku yg ngukur, cuman dikira2 aja), di dalamnya ada kamar mandi. Bayangin, luas banget kan?? sementara aku hanya berdua, kalo kami ngobrol, suara tuh terpantul2, xixixixi....(persis kalo lagi ngomong di kaleng kosong). Jadwal jaga kami beda, Ooo iya, Dyah (panggilan buat Madia Gaddafi) tugasnya di Perawatan I, khusus penyakit Interna alias penyakit dalam. Kadang aku dinas pagi (ruanganku deket banget ma asrama, pas di Lt. II, asramaku kan Lt. III) Dyah jaga sore, aku jaga malam, Dyah dinas pagi, pokoknya jarang ketemu dan istirahat sama2. Maklum karena kami beda ruangan, kalopun satu ruangan, pasti jadwal shiftnya juga beda.

Hari demi hari di Perawatan Bedah, waktu itu ada pasien lansia, post operasi. Menurutnya sih pelayananku kepadanya bagus, kemudian beliau memberitahukan pada menantunya (K' Anggo, kebetulan dia temen juga di RSU Haji, hanya saja tempatnya di Ruang OK). K' Anggo yg waktu itu juga merangkap kerja di RSB Dika sedang mencari perawat untuk bekerja di sana (RSB Dika). Kemudian aku ditawarkan untuk bekerja disana, buat lamaran hari ini, kemudian langsung bawa juga kesana, tempatnya jauhhhhh bangetttt, naik pete2 (public transportation) mpe 1 jam soalnya muter2 Pantai Losari dulu.

Continue Part II.................

Sabtu, 31 Desember 2011

Ileus Paralitik


A.Pendahuluan

Ileus Paralitik adalah istilah gawat abdomen atau gawat perut menggambarkan keadaan klinis akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama. Keadaan ini memerlukan penanggulangan segera yang sering berupa tindakan bedah, misalnya pada obstruksi, perforasi, atau perdarahan masif di rongga perut maupun saluran cerna, infeksi, obstruksi atau strangulasi saluran cerna dapat menyebabkan perforasi yang mengakibatkan kontaminasi rongga perut oleh isi saluran cerna sehingga terjadilah peritonitis.

Ileus adalah gangguan pasase isi usus yang merupakan tanda adanya obstruksi usus akut. Ileus Paralitik adalah obstruksi yang terjadi karena suplai saraf otonom mengalami paralisis dan peristaltik usus terhenti sehingga tidak mampu mendorong isi sepanjang usus. Contohnya amiloidosis, distropi otot, gangguan endokrin seperti diabetes mellitus, atau gangguan neurologis seperti penyakit Parkinson.

Di Indonesia ileus obstruksi paling sering disebabkan oleh hernia inkarserata, sedangkan ileus paralitik sering disebabkan oleh peritonitis. Keduanya membutuhkan tindakan operatif.


Ileus lebih sering terjadi pada obstruksi usus halus daripada usus besar. Keduanya memiliki cara penanganan yang agak berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Obstruksi usus halus yang dibiarkan dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi usus dan memicu iskemia, nekrosis, perforasi dan kematian, sehingga penanganan obstruksi usus halus lebih ditujukan pada dekompresi dan menghilangkan penyebab untuk mencegah kematian.

Obstruksi kolon sering disebabkan oleh neoplasma atau kelainan anatomic seperti volvulus, hernia inkarserata, striktur atau obstipasi. Penanganan obstruksi kolon lebih kompleks karena masalahnya tidak bisa hilang dengan sekali operasi saja. Terkadang cukup sulit untuk menentukan jenis operasi kolon karena diperlukan diagnosis yang tepat tentang penyebab dan letak anatominya. Pada kasus keganasan kolon, penanganan pasien tidak hanya berhenti setelah operasi kolostomi, tetapi membutuhkan radiasi dan sitostatika lebih lanjut. Hal ini yang menyebabkan manajemen obstruksi kolon begitu rumit dan kompleks daripada obstruksi usus halus.

Mengingat penanganan ileus dibedakan menjadi operatif dan konservatif, maka hal ini sangat berpengaruh pada mortalitas ileus. Operasi juga sangat ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai, skills, dan kemampuan ekonomi pasien. Hal-hal yang dapat berpengaruh pada faktor-faktor tersebut juga akan mempengaruhi pola manajemen pasien ileus yang akhirnya berpengaruh pada mortalitas ileus. Faktor-faktor tersebut juga berpengaruh dengan sangat berbeda dari satu daerah terhadap daerah lainnya sehingga menarik untuk diteliti mortalitas ileus pada pasien yang mengalami operasi dengan pasien yang ditangani secara konservatif.

B. Definisi
1. Ileus adalah gangguan pasase isi usus.
2. Ileus Paralitik adalah hilangnya peristaltik usus sementara.

C. Klasifikasi
1. Ileus Mekanik
  1.1 Lokasi Obstruksi
    1.1.1 Letak Tinggi : Duodenum-Jejunum
    1.1.2 Letak Tengah : Ileum Terminal
    1.1.3 Letak Rendah : Colon-Sigmoid-rectum
  1.2 Stadium
    1.2.1 Parsial : menyumbat lumen sebagian
    1.2.2 Simple/Komplit: menyumbat lumen total
    1.2.3 Strangulasi: Simple dengan jepitan vasa 6
2. Ileus Neurogenik
  2.1 Adinamik : Ileus Paralitik
  2.2 Dinamik : Ileus Spastik
3. Ileus Vaskuler : Intestinal ischemia 6

D. Etiologi Ileus Paralitik
1. Pembedahan Abdomen
2. Trauma abdomen : Tumor yang ada dalam dinding usus meluas kelumen usus atau tumor diluar usus           menyebabkan tekanan pada dinding usus
3. Infeksi: peritonitis, appendicitis, diverticulitis
4. Pneumonia
5. Sepsis
6. Serangan Jantung
7. Ketidakseimbangan elektrolit, khususnya natrium
8. Kelainan metabolik yang mempengaruhi fungsi otot
9. Obat-obatan: Narkotika, Antihipertensi
10. Mesenteric ischemia

E. Patofisiologi
Peristiwa patofisiologik yang terjadi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa memandang apakah obstruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau fungsional. Perbedaan utama adalah obstruksi paralitik di mana peristaltik dihambat dari permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanik peristaltik mula-mula diperkuat, kemudian intermitten, dan akhirnya hilang.

Perubahan patofisiologi utama pada obstruksi usus adalah lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70% dari gas yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intralumen, yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen ke darah. Oleh karena sekitar 8 liter cairan diekskresikan ke dalam saluran cerna setiap hari ke sepuluh. Tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen dengan cepat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. Pengaruh atas kehilangan ini adalah penyempitan ruang cairan ekstrasel yang mengakibatkan syok-hipotensi, pengurangan curah jantung, penurunan perfusi jaringan dan asidosis metabolik. Peregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan penurunan absorpsi cairan dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. Efek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorpsi toksin-toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk menyebabkan bakteriemia.

Pada obstruksi mekanik simple, hambatan pasase muncul tanpa disertai gangguan vaskuler dan neurologik. Makanan dan cairan yang ditelan, sekresi usus, dan udara terkumpul dalam jumlah yang banyak jika obstruksinya komplit. Bagian usus proksimal distensi, dan bagian distal kolaps. Fungsi sekresi dan absorpsi membrane mukosa usus menurun, dan dinding usus menjadi edema dan kongesti. Distensi intestinal yang berat, dengan sendirinya secara terus menerus dan progresif akan mengacaukan peristaltik dan fungsi sekresi mukosa dan meningkatkan resiko dehidrasi, iskemia, nekrosis, perforasi, peritonitis, dan kematian

F. Diagnosa Ileus
• Perut kembung (distensi)
• Muntah, bisa disertai diare, tak bisa buang air besar
• Dapat disertai demam
• Keadaan umum pasien sakit ringan sampai berat, bisa disertai penurunan. kesadaran, syok
• Pada colok dubur: rektum tidak kolaps.tidak ada kontraksi
• Ileus paralitik ditegakkan dengan auskultasi abdomen berupa silent abdomen yaitu bising usus menghilang.
• Pada gambaran foto polos abdomen didapatkan pelebaran udara usus halus atau besar tanpa air-fluid level.

G. Pemeriksaan Penunjang
- Amilase-lipase
- Kadar gula darah.
- Kalium serum.
- Analisis gas darah.
Tes laboratorium mempunyai keterbatasan nilai dalam menegakkan diagnosis, tetapi sangat membantu memberikan penilaian berat ringannya dan membantu dalam resusitasi. Pada tahap awal, ditemukan hasil laboratorium yang normal. Selanjutnya ditemukan adanya hemokonsentrasi, leukositosis dan nilai elektrolit yang abnormal. Peningkatan serum amilase sering didapatkan. Leukositosis menunjukkan adanya iskemik atau strangulasi, tetapi hanya terjadi pada 38% - 50% obstruksi strangulasi dibandingkan 27% - 44% pada obstruksi non strangulata. Hematokrit yang meningkat dapat timbul pada dehidrasi. Selain itu dapat ditemukan adanya gangguan elektrolit. Analisa gas darah mungkin terganggu, dengan alkalosis metabolik bila muntah berat, dan metabolik asidosis bila ada tanda – tanda shock, dehidrasi dan ketosis.
- Foto abdomen 3 posisi
Tampak dilatasi usus menyeluruh dari gaster sampai rektum. Penebalan dinding usus halus yang dilatasi memberikan gambaran herring bone appearance (gambaran seperti tulang ikan), karena dua dinding usus halus yang menebal dan menempel membentuk gambaran vertebra dan muskulus yang sirkuler menyerupai kosta dan gambaran penebalan usus besar yang juga distensi tampak di tepi abdomen. Tampak gambaran air fluid level pendek-pendek berbentuk seperti tangga yang disebut step ladder appearance di usus halus dan air fluid level panjang-panjang di kolon.

H. Penanganan Ileus
1. Konservatif
    • Penderita dirawat di rumah sakit.
    • Penderita dipuasakan
    • Kontrol status airway, breathing and circulation.
    • Dekompresi dengan nasogastric tube.
    • Intravenous fluids and electrolyte
    • Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan.
2. Farmakologis
    • Antibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob.
    • Analgesik apabila nyeri.
3. Operatif
    • Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah kecuali disertai dengan peritonitis.
    • Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau rupture usus.
    • Operasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil explorasi melalui laparotomi.

I. Diagnosis Banding
Ileus obstruktif

J. Komplikasi
1. Nekrosis usus
2. Perforasi usus
3. Sepsis
4. Syok-dehidrasi
5. Abses
6. Sindrom usus pendek dengan malabsorpsi dan malnutrisi
7. Pneumonia aspirasi dari proses muntah
8. Gangguan elektrolit
9. Meninggal

K. Prognosis
• Saat operasi, prognosis tergantung kondisi klinik pasien sebelumnya.
• Setelah pembedahan dekompresi, prognosisnya tergantung dari penyakit yang mendasarinya.
• Keterlambatan dalam melakukan pembedahan atau jika terjadi strangulasi atau komplikasi lainnya akan meningkatkan mortalitas sampai sekitar 35% atau 40%.3
• Prognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan dilakukan dengan cepat.

Kalau Aku HAMIL di Luar Nikah, Apakah Kau Tetap Mencintaiku, Bu?


Reaksi: 

"Jika seorang anak melakukan kesalahan, seseorang yang bukan siapa-siapa selalu marah diawal, sedangkan seorang ibu selalu marah diakhir, karena dia tahu sebab anaknya melakukan kesalahan"

Nafasku tercekat, jantungku berdetak dengan cepat, pembuluh darahku seakan-akan ngebut di dalam jalur peredarannya. Walau aku sangat penasaran, aku tak ingin menatap test pack itu. Meskipun aku sangat tertarik mengetahui hasilnya, tapi aku tak ingin tahu apa yang terjadi dengan test pack itu. Positif atau negatifkah?
***
"Tenang, Sayang. Kita hanya mencoba-coba saja, kalau kau kenapa-napa, aku pasti tanggung jawab kok." Ucapnya sambil memaksa.

"Janji?" Tanyaku singkat menatap matanya.

"Apa aku pernah berbohong?" Dia tak menjawab, hanya bertanya balik.

Itulah, kekuatan dari kelenjar testosteron, menggoda seorang anak muda tanpa tahu apa yang terjadi kedepannya. Seperti aku dan dia, begitu gila. Malam itu, aku seperti tersentuh setan, aku berlaku seperti binatang yang tak bermoral dan beragama. Jelas-jelas dalam kitabNya Tuhan berkata: "JANGAN BERZINAH!" Bukankah peringatan keras itu tidak diucapkan secara lirih oleh Sang Pencipta? Kenapa aku yang bukan siapa-siapa ini begitu lancang melanggar perintahNYA dan malah menyentuh laranganNYA. Tuhan, tapi apa KAU tahu yang kulakukan kala itu? Apa KAU marah? Apa KAU menangis? Tuhan, plisss jangan marah! Hanya detik itu saja aku melupakanMU. Setelahnya, aku hanya menangis, menyesal atas segala kemahatololan yang kubuat sendiri. Menyesal atas kesalahan yang merusak apapun yang telah kubangun dengan susah payah. Pria yang mudah bicara cinta, ternyata lebih banyak menyimpan DUSTA. Memang Tuhan, aturanMU selalu BERALASAN. PerintahMU selalu memiliki tujuan. Tuhan, bisakah KAU maafkan aku untuk ke miliyaran kalinya?
***
POSITIF! Rasanya aku ingin menggoreskan kaca dilembutnya kulit yang membalut urat nadiku. Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku katakan pada ibuku? Apa yang terjadi akan membuatku malu? Apa yang harus kulakukan pada bayiku? Bagaimana dengan lingkungan sosialku? Apakah mereka akan mencomooh dan menghinaku? Bagaimana dengan mimpi-mimpiku? Bagaimana jika anak ini bertanya tentang ayahnya? Bagaimana cara menghidupi bayi ini? Apa aku siap untuk menjadi ibu? Kala itu, banyak pertanyaan mencuat liar dari otakku, mengacaukan akal sehatku, dan merusak laju kerja jaringan otakku. Tuhan, aku sangat ikhlas jika KAU cabut nyawaku kali ini. "IKHLAS!" Teriakku lantang menggema, bunyi yang memantul dari dinding kamar mandi.

Terpikir jalan pintas. Cerdas! Bagaimana kalau aku makan buah nanas dengan jumlah yang banyak? Bagaimana kalau aku terus-terusan meloncat hingga aku keguguran? Bagaimana kalau aku meminum alkohol dengan konsentrasi larutan 60%? Bagaimana kalau aku melakukan aborsi? Ah, sepertinya tidak terlalu sulit untuk menghadapi masalah "sekecil" ini. Kuabaikan kuliahku, kuseriusi "karya" mendadak yang satu ini. Menggugurkan bayi, dosa yang berdasar pada keinginan untuk tidak merasa malu dikemudian hari.
***
This is it! Bidan ********** Ah, sebut saja Bunga atau Mawar. Bidan ini dikenal sebagai wanita "cerdas" dan "baik hati", siap membantu wanita yang dengan "senang hati" ingin menggugurkan bayinya dengan biaya yang relatif terjangkau. Setelah aku mengambil nomor antrian, aku duduk di bangku ruang tunggu bagian belakang. Awalnya, tempat ini memang tak semenyeramkan apa kata orang. Di bagian depan, aku melihat sepasang kekasih yang masih berumur muda, mungkin sekitar 22 tahun. Sang pria memegang lembut perut kekasihnya, perut yang berisi calon bayinya, sayangnya bayi itu sebentar lagi akan digugurkan. Tapi, tak berapa lama kemudian aku mendengar suara teriakan dari ruang praktek, suara kesakitan. Suster yang berjaga di dekat loket langsung menghampiri ruang praktek dengan raut wajah panik. Suara teriakan itu memang sangat mengagetkan.

Aku menatap sepasang kekasih yang duduk dibangku depan. Sang wanita memasang wajah takut, sang pria hanya menatap lemas kekasihnya. Mereka terlihat saling mencintai, saling melindungi. Tapi, karena umur yang sangat muda, karena pengalaman mereka yang sangat minim, tanggung jawab menjadi orangtua terkesan sangat berat. Makanya, mereka menolak anugerah Tuhan yang disebut dengan anak. Sesakit itukah cara untuk menghindari rasa malu? Dengan menyiksa diri sendiri, dengan merusak sesuatu yang tak pantas untuk dirusak. 

Aku mengasihani diriku sendiri, menatap banyak tapak jalan yang telah kulalui hingga detik ini. Aku memegang perutku yang mulai membesar, mengelusnya lembut sambil menyimpulkan senyum, "Yang ada diperutku ini adalah calon bayiku." Ucapku lirih dalam hati. Dia tidak berdosa, tapi aku yang berdosa. Dia hanya terbentuk dari hasil dosaku, tapi sekali lagi bukan dia yang berdosa. Jadi, kenapa aku harus mematikannya? Jadi, kenapa aku harus merusak jiwa kecintaan Tuhan ini? Bukankah Tuhan telah mempercayai bayi ini untukku? Tanpa disadari, air mata santai menuruni lekukan pipiku. Aku merobek nomor antrian, meninggalkan tempat aborsi laknat itu, lalu menghampiri mobilku di tempat parkir. Tuhan, apa kali ini aku melakukan tindakan yang benar?
***
Aku mengendap-endap masuk ke kamar ibuku, beliau tidur sendirian, dengan wajah lelahnya, dia asik memeluk guling berwarna biru itu. Aku memperbaiki posisi selimutnya, menatap wajah beliau dengan sangat dalam. Sebagai seorang single parent, beliau menjelma menjadi ibu dengan sejuta keistimewaan, mampu menjadi ayah dan ibu dalam waktu bersamaan. Apa aku akan mengikuti jejaknya? Sejak melihat sosok ayah yang begitu buruk dimataku, aku tak lagi memandang laki-laki sebagai mahluk yang harus dicintai.

Aku berbaring disamping ibuku. Merebahkan kepalaku disamping kepalanya, mataku menatap lembut wajahnya. Tanganku bergerak menuju pundaknya, aku menggenggam pundak ibu dengan lembut, pundak seorang ibu adalah tempat seluruh penderitaan melebur menjadi kekuatan. Aku menangis, tenggorakanku sakit, nafasku tersendat, ibu tersadar dari tidurnya lalu menatapku.

"Kenapa, Sayang? Maaf kalau ibu pulang terlalu malam ya. Sebenarnya tadi pas sampai di bandara, ibu pengennya sih langsung pulang, tapi ada sesuatu yang harus ibu kerjakan di kantor dulu. Kamu kesepian ya beberapa hari ini? Pasti kamu marah sama ibu?" Ucap ibu lirih, sambil mengelus rambutku.

"Ibu, aku ingin mengatakan sesuatu, tapi janji jangan marah yah?" Dengan malu-malu, ku-ucapkan kalimat itu pada ibu.

"Apa ibu pernah memarahimu?"

"Kalau aku hamil di luar nikah, apa kau tetap mencintaiku, Bu?"

Raut wajah ibu tersirat dengan jelas, beliau sangat kaget dengan pertanyaanku. Dia menghela nafas panjang, menarik tubuhku ke dalam peluknya, dengan suara terisak dia menjawab, "Tentu saja, Anakku."

"Sungguh?" Semakin erat, kusambut peluknya, menangis dipundak ibu adalah hal terindah bagi setiap anak yang mencintai ibunya.

"Sayang, dengarkan ibu ya. Ibu membesarkanmu dengan usaha keras walau tanpa ayah, ibu berusaha menjadi dua tubuh dalam satu badan. Menjadi seorang ayah yang bijaksana dan menjadi seorang ibu yang baik, dan yang sedang kau alami kali ini, adalah cobaan yang harus kita hadapi sama-sama. Anugerah Tuhan itu ada untuk dijaga dan dirawat, bukan dirusak." Pernyataan ibu benar-benar menenangkanku. 

"Ketika orang lain mengetahui aku hamil di luar nikah, pasti mereka mencemooh aku. Tapi, inilah yang kutahu, Bu, jika seorang anak melakukan kesalahan, seseorang yang bukan siapa-siapa selalu marah diawal, sedangkan seorang ibu selalu marah diakhir, karena dia tahu sebab anaknya melakukan kesalahan." Senyumku mengembang, pelukku semakin erat.

Inilah ibuku! Wanita kuat dengan wajah sendu. Dipundaknya tersimpan banyak penderitaan, dihatinya tersimpan emosi yang tak bisa ia ungkapkan, tapi dia berusaha tetap terlihat tegar dan kuat. Kali ini, aku sangat tidak sabar menunggu kelahiran bayiku. Aku tidak lagi berpikiran untuk menggugurkan bayiku. Kali ini, aku adalah seorang wanita yang bernafas untuk dua nyawa, untuk diriku dan untuk bayiku.

with love :)
Dwitasari

15 Tanda Kehamilan


BANYAK perempuan yang merasa bingung apakah dirinya sudah hamil atau belum setelah sepekan atau dua pekan melakukan hubungan intim dengan pasangan. Apakah Anda termasuk di antaranya? 

 Berikut adalah 15 tanda-tanda kehamilan pada diri Anda:

1. Payudara terasa sakit atau nyeri
Menggunakan bra setelah bangun pagi akan menjadikan derita tersendiri. Payudara juga akan terasa sakit dan nyeri saat dipegang. Payudara akan membesar, hal ini disebabkan oleh meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Dalam hal ini, disarankan wanita hamil menggunakan bra yang nyaman atau berukuran lebih besar pada saat tidur yang dimaksudkan untuk memberi kenyamanan bergerak.

2. Rasa lelah yang berlebih
Rasa lelah yang berlebih akan membuat Anda cepat tertidur. Hal ini disebabkan dari perubahan hormon dan juga akibat dari kinerja organ-organ vital untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan janin. Biasanya rasa lelah ini hanya pada trimester pertama dan akan hilang saat memasuki trimester kedua.

3. Mual
Ini merupakan tanda-tanda yang paling dikenal oleh para wanita hamil. Pemicunya adalah adanya peningkatan hormon secara tiba-tiba pada aliran darah. Gejala mual ini biasanya terjadi selama enam minggu saat anda dinyatakan hamil. Biasanya mual akan datang pada pagi, siang dan malam hari. Rasa mual ini biasanya akan menghilang memasuki kehamilan trimester kedua. Jika, rasa mual dan muntah masih terjadi pada usia kehamilan trimester kedua, sebaiknya periksakan dan konsultasi mengenai hal ini ke dokter Anda, karena akan mengganggu kehamilan.

4. Sering buang air kecil
Jika Anda tidak bisa tidur akibat seringnya bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil, mungkin ini adalah tanda anda sudah hamil. Selama kehamilan, tubuh Anda memproduksi cairan tambahan untuk janin anda. Walaupun buang air kecil ini sering, jangan sampai membatasinya atau menahannya. Selain itu hindarkan dehidrasi dengan lebih meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh.

5. Sakit kepala
Memang terdengar aneh, karena sakit kepala sering dialami juga oleh orang yang tidak hamil. Namun akibat dari banyaknya perubahan hormon di dalam tubuh, sehingga disertai juga dengan perubahan hormon yang ada di kepala. Jika Anda terbukti hamil dan mengalami sakit kepala, gunakan pg-safe acetaminophen dibandingkan dengan ibuprofen.

6. Sakit punggung
Sakit punggung yang dirasakan saat hamil dikarenakan beberapa ligamen di punggung Anda sudah tidak ada. Sakit ini akan terus berasa saat berat badan anda bertambah dan selama masa kehamilan.

7. Kram
Apakah ini PMS atau hamil. Memang kram akan dialami oleh wanita hamil karena rahim yang akan membesar dan merenggang untuk menyiapkan tempat bagi bayi Anda.

8. Ngidam
Sudah tidak asing lagi mendengar kata ini saat ada seseorang yang sedang hamil. Mau ini, mau itu lalu tiba-tiba Anda ingin makan buah-buahan yang rasanya asam, padahal sebelumnya sangat benci terhadap buah yang rasanya asam. Jika Anda menjadi pemerhati masalah makanan, mungkin ini adalah tanda-tanda sedang hamil.

9. Sembelit
Sembelit ini terjadi akibat peningkatan hormon progesterone. Hormon ini selain mengendurkan otot-otot rahim, juga berdampak pada mengendurnya otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar. Namun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan peyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

10. Moody
Sering marah-marah pada suami, cepat mengalami perubahan pada tingkah laku. Hal ini disebabkan dari banyak munculnya hormon-hormon baru di tubuh Anda. Yakinkan pada suami Anda bahwa ini hanya terjadi selama masa kehamilan.

11. Peningkatan temperatur tubuh
Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu tubuh ibu akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan. Kondisi ini tidak akan turun ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

12. Bau Badan
Mungkin tanda ini jarang ditemui pada wanita hamil. Namun jika memang muncul bau badan, maka adanya peningkatan hormon yang berlebih sehingga menyebabkan kelenjar keringat meningkat.

13. Pusing atau pingsan
Mungkin Anda sering menonton adegan wanita hamil yang pingsan. Namun faktanya ini dapat terjadi karena kadar jumlah gula di tubuh yang rendah. Oleh karena itu, pastikan anda cukup makan dan tentunya banyak minum supaya tidak kekurangan cairan tubuh.

14. Munculnya bercak darah
Bercak darah ini muncul sebelum menstruasi yang akan datang, biasanya terjadi antara 8-10 hari setelah terjadinya ovulasi. Bercak darah ini disebabkan oleh implantasi atau menempelnya embrio.

15. Hasil positif pada tes kehamilan
Anda tidak akan tahu pasti apakah anda menjadi seorang ibu sampai anda melakukan tes kehamilan. Jika Anda mendapatkan hasil negatif dan masih belum mendapatkan haid, mungkin itu hanya saja anda terlalu dini untuk melakukan tes kehamilan. Tunggu beberapa hari dan coba lagi Dan jika itu positif รข€“ selamat anda akan menjadi seorang ibu! (MI/ICH)

Jumat, 30 Desember 2011

Patient Safety in RSWS

Patient Safety :
Sistem dimana RS memberikan asuhan kepada pasien lebih aman, mencegah cedera akibat kesalahan karena melakukan tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.

Urgensi :
Banyaknya jenis obat,jenis pemeriksaan dan prosedur, serta jumlah pasien dan staf Rumah Sakit yang cukup besar, merupakan hal yang potensial bagi terjadinya kesalahan.

Deklarasi Pencanangan Patient Safety di RSWS 30 Maret 2008 :
Kami seluruh karyawan dan karyawati RSUP Dr.Wahidin Sudirohusodo, menyatakan :
1. Keselamatan pasien menjadi tujuan utama aktivitas kami.
2. Bersungguh hati dan berbulat tekad melaksanakan gerakan keselamatan pasien.
3. Senantiasa meningkatkan komitmen dan kompetensi demi terwujudnya keselamatan pasien.
4. Akan terus membangun budaya keselamatan pasien.
5. Senantiasa mengembangkan sistim pelaporan sebagai pembelajaran bagi semua.

Goals Patient Safety RSWS Tahun 2008 :
1. Identifikasi Pasien secara benar.
2. Meningkatkan komunikasi.
3. Meningkatkan keamanan dalam pemberian obat-obatan.
4. Minimalisasi tindakan/operasi yang salah pasien, salah sisi, salah prosedur.
5. Mengurangi Angka kejadian infeksi.
6. Mengurangi risiko pasien jatuh.
7. Mengurangi Angka Dekubitus

RSWS menempati peringkat III PERSI AWARD- 2008 Kategori Patient Safety Project